Bagaiamana pendapat masyarakat
tentang keberadaan anggaota dewan? Jika pertanyaan itu kita lontarkan di tengah
khalayak ramai, jawaban pasti beragam. Ada yang kecewa, ada yang merasa mereka
tak ada gunanya. Yang inntelek dikit bilang kalau mereka penting untuk memenuhi
tuntutan sebuah sistem negara demokrasi. Karena negara demokrasi tanpa dewan
itu sama saja dengan negara diktator! Ya, itu sama persis saat republik ini
pertama kali mengumandangkan proklamasi. Saking takutnya Ir. Sukarno di cap
sebagai presiden “ fasis” alias anti demokrasi, buru-buru ia bentuk KNIP dan
menjadikan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri. Komite Nasional Indonesia
Pusat, fungsinya kira-kira sama dengan DPR sekarang.
Manfaatnya buat rakyat?
Sebahagian besar yakin, kalau itu semua “nihil”. Biasanya Caleg meminta
dukungan suara saat pemilu saja, setelah duduk biasanya meraka “lupa” dengan
segala janji dan mimpi yang ia tawarkan kepada rakyat. Ia sibuk dengan
kepentingan pribadinya dan kepentingan kelompok atau partainya semata( vested
intres group). Rakyat, itu nomor kesekian!
“ Itulah yang akan kita rubah,
Dewan harus menjadi rumah rakyat. Anggota dewan harus bisa menjadi jembatan
untuk menyampaikan amanat dari rakyat. Dan jangan lagi berani mempermainkan
janji manis kepada rakyat, tanpa niat secuil pun untuk mewujudkannya.” Jelas
Ir. Mursal, sosok yang berani melontarkan niat untuk mengubah citra dewan yang
negatip di masyarakat.
“ Karena masyarakat saat ini
sudah cukup pintar. Jika dalam jangka panjang rakyat tidak mendapatkan manfaat
dari anggota dewan. Maka mereka akan minta manfaat dalam waktu yang relatip
singkat. Jadi preseden ini harus kita ubah, semua caleg harus turun dan
menyerap aspirasi rakyat. Mereka harus punya manfaat untuk lima tahun kedepan.
Ini penting sebagai kontrak politik. Bila tidak masyarakat akan semakin apatis
dengan keberadaan anggota dewan. Jalan ke jurang ini, sudah terlihat dengan
banyaknya angka golput dalam setiap pemilihan umum.” Jelas Mursal, yang juga
menjadi caleg PAN nomor urut 3, untuk DPRD Asahan, saat bincang-bincang dengan
segenap anggota Perkumpulan Tenis Meja Damai(3/10)
Ir. Mursal berharap, apa yang ia
sampaikan dapat terus di ingatnya. Jika ia lupa atau tidak ingat. Ia meminta
segenap teman-teman di PTM Damai mau mengingatkan. “ Agar keberadaan silaturahmi yang telah
terjalan dapat terus terjaga.” Ucapnya mengakhiri.(KN1)

No comments:
Post a Comment