Wednesday, March 18, 2015

lomba Mewarnai Tanpa Respek, Di Pameran Asahan

(KN). Apakah makna lomba mewarnai buat anak-anak? Motivasi Dan kebanggaan. Tapi kesan itu tidak di peroleh pada lomba mewarnai tingkat SD kls 1-2 yang di selenggarakan di areal pameran pembangunan Asahan(18/03) dalam rangka HUT kab. Asahan ke 69 tahun 2015. Kenapa demikian? Selama proses perlombaan yang di mulai  jam 11.00 wib sampai pengumuman 15.30 wib. Terlihat penuh dengan rekayasa, kesan itu terlihat dari tdk di tampilkan hasil mewarnai di hadapan peserta dan orang tua. Pengumuman pemenang dilakukan sangat tertutup. Kesan yang sama juga terjadi pada lomba mewarnai untuk tingkat tk.
Jika pola-pola seperti ini terus di biarkan berkembang, ajang lomba yang seharusnya menjadi kompetisi akan menggerus motivasi Dan kebanggan anak, belum lagi kerugian waktu  Dan materil Dari orang tua.
Untuk sponsor, selain tempat ajang promosi ada baiknya juga lomba mewarnai punya andil dalam mempersiapkan generasi masa depan

Thursday, January 29, 2015

Taufan Hadiri Pelantikan OSIM MAN Kisaran

(KN) Hari jumat(30/01) OSIM MAN Kisaran akan dilantik untuk masa bakti  TP.2014/2015 beserta kegiatan ekstra PKS, Pramuka dan PMR. Rencananya pelantikan ini akan di hadiri Bupati Asahan Drs. Taufan Gama Simatupang.

Saturday, January 3, 2015

TAUFAN GUNAKAN ISTILAH “ASAHAN BAROKAH”

(KN). Diawal tahun 2015, siapa pun tahu jika tahun ini merupakan tahun politik untuk beberapa daerah. Apalagi jika Perpu pilkada langsung di terima dan amandemen pilkada juga di berlakukan, jadilah tahun ini benar-benar tahun politik untuik tiap daerah, kenapa? Karena tahun ini mungkin akan diadakan Pilkada serentak di setiap daerah di Indonesia khususnya Kabaupaten/kota.  Salah satunya Kabupaten Asahan!
Dalam rangka menuju ke Pilkada Asahan, sudah mulai muncul nama-nama yang akan maju bertarung.  Ada incumben( Bupati Asahan saat ini) Drs. H. Taufan Gama Simatupang, Ada Muslim Simbolon( anggota DPRD Sumatera Utara) dan Ada Brigjen H. Nurhajijah Marpaung, satu-satunya Perempuan yang berusaha mendobrak tradisi dan dominasi laki-laki di Asahan. Selain itu, Baru Taufan yang berani menyebutkan pasangannya sebagai wakil, yaitu Surya , Bsc – wakilnya saat ini. Sedangkan calon yang lain baru berkampanye sendiri-sendiri untuk menggaet simpati dan sekaligus menjari mitra sebagai wakil.
Walau masa-masa kampanye belumlah di mulai, bakal calon Asahan satu sepertinya sudah mulai menebar visi dan misi untuk menggaet simpati masyarakat Asahan, dalam setiap momen apa saja. Demikian juga dengan Taufan Gama. Pada acara Hari Amal Bhakti Kementrerian Agama, pada Sabtu(3/01/2015) di Halaman Kantor Kementrian Agama Asahan, beliau menyempatkan menebar pesonanya dengan meminjam istilah walikota Tanjung Balai, dengan “Asahan Barokah” di hadapan ratusan pegawai dan karyawan kementrian termasuk yang purna bakti.

Asahan barokah, menurut info yang beliau cari dari beberapa literatur, menggambarkan pemerintahan yang sekarang ini ada harus di lanjutkan sebagai wujud dari makna barokah. Ungkap beliau di hadapan peserta yang hadir.
Ia juga mengatakan, apa-apa yang sekarang ini belum selesai di kerjakan. Maka akan di tuntaskan jika Ia tetap duduk kembali menjadi orang yang di percaya masyarakat Asahan. Pada kesempatan ini hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Asahan beserta pejabat struktural dan fungsional di bawahnya dan sejumlah pejabat di lingkungan kabupaten Asahan dengan berpakaian sipil dan santai.

Untuk memeriahkan acara, Bupati Asahan juga menambah hadiah pada acara lukcydraw dengan memberikan hadiah tabahan sebanyak dua puluh orang @Rp. 250.000,- yang diantar ajudan tak lama  setelah ia meninggalkan acara. Bagaimana dengan visi dan misi balon Asahan satu yang lain? 

Tuesday, December 30, 2014

MAN of The Years 2014 Asahan: Risdani!Tokoh Mutiara Bangsa Berhasanah

Jika KN harus menentukan tokoh yang harus terpilih dalam MAN of Years 2014 untuk kabupaten Asahan, maka pilihan akan jatuh kebeberapa tokoh yang berhasil mengharumkan nama Asahan, baik dalam ruang lingkup daerah atau Nasional.
Untuk tahun 2014 ini, KN menentukan kriteria MAN of the Years sebagai berikut; pertama memiliki prestasi tingkat nasional(10 poin), punya manfaat terhadap lingkungan(10 poin), di kenal masyarakat asahan(10 poin).
Setelah mengamati dalam setahun kebelakang maka pilihan KN jatuh pada empat tokoh , yaitu; Taufan Gama Simatupang(bupati Asahan), Muslim Simbolon(anggota DPRD Sumut), Henri Siregar( anggota DPRD Asahan) dan Risdani Yasir(Guru honorer). Keempatnya pantas dan layak  untuk di kenal masyarakat Asahan.


Setelah memperhatikan skala dalam kriteria dan jumlah total perolehan skor, pilihan jatuh pada Risdani Yasir, guru honorer dan sekaligus pratisi pertamanan, pembibitan dan usaha kecil menengah. Siapakah dia? Ikuti ulasannya di www.kisarannews.blogspot.com.

RISDANI YASIR, ORANG KECIL BERPRESTASI BESAR

(KN) Masih ingat dengan 14 tokoh Mutiara Bangsa berhasanah 2014 yang di tayangkan Metro Tv  pada hari minggu 9 Nopember 2014 yang lalu sekitar 22.00-22.30 dan di pandu oleh Rhenald Kasali dan Imam Prasojo? jika anda masih ingat dengan tokoh-tokohnya , maka salah seorang peraih penghargaan itu adalah putra Kisaran, yang riwayatpendidikannya juga di Kisaran. Siapa dia ?
Untuk alumni SMAN 2 Kisaran, yang mengenyam pendidikan di sekitar tahun 1991-1994 pasti ingat dengan nama ini, Risdani Yasir! Ya, dialah sosok yang pada saat itu aktiv berkecimpung dengan OSIS, Paskibra, PKS( patroli keamanan sekolah) dan satu yang tak bisa di lupakan Pasukan sandal Jepit(PSJ), walau penulis kala itu aktip di Rekispala yang di gawangi Arnold Wak jengger( nama aslinya lupa).


Sekarang, Risdani di kenal  sebagai salah seorang guru di MAN Kisaran dan konsultan pertamanan Di Beberapa sekolah Negeri, di Sekitar Kisaran.
Lalu bagaimana ceritanya, sosok ini bisa meraih Mutiara Bangsa Berhasanah(MBB) 2014? Untuk mengorek hal tersebut, KN membuat janji untuk bertemu sekaligus wawancara singkat, agar masyarakat Kisaran khususnya dan Sumatera pada umumnya mengetahui aktivitasnya sehari-hari.
Pukul 10.30 Wib, minggu pagi(16/10) KN meluncur ke kelurahan Bunut, Kisaran barat. Setelah lima belas menit KN tiba di rumah saudara Risdani dan disambut langsung oleh  tuan rumah. Maklumlah sebelumnya,KN pernah berkunjung dua kali tapi untuk urusan yang sifatnya pribadi. Walau begitu, tetap KN nyasar dan harus bertanya, soalnya suasana dan kondisi sudah berubah,  rumah lebih rapat(gejala penduduk semakin padat).
Berdasarkan penuturan beliau, informasi tentang Mutiara bangsa Berhasanah(MBB) 2014 sama sekali tidak ia ketahui.  Namun Ia menyakini, info yang di dapat oleh panita MBB tentang dirinya, berasal dari kontribusi  dari sebuah televisi swasta yang sempat mewawancarai  beliau saat meliput MAN Kisaran, yang berhasil meraih Adiwiyata Mandiri tingkat nasional, yang berkaitan dengan penataan lingkungan di sekolah. Namun keberhasilan Dani, panggilan akrab beliau, bukan pada penataan lingkungan melainkan dalam bidang UKM, terutama pengolahan limbah kertas koran menajadi produk kreatif.

Setelah mengikuti seleksi di Auditorium USU pada tanggal 21 Oktober 2014, beliau terpilih untuk tingkat nasional mewakili Sumatera Utara.

“Alhamdulillah, di Jakarta saya terpilih menjadi ketua para finalis.” Jelas beliau kepada KN. I a juga menerangkan semua finalis di beri dana pengembangan usaha senilai 12 milyar.  Tapi untuk apa dan harus bagaimana memanfaatkan dana itu belum terpikir sama sekali. Ia masih berusaha mengembangkan kerajinan kertas koran ini kepada ibu-ibu PKK di setiap kecamatan dan bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup Asahan. Tokoh yang memiliki motto; selama bermanfaat untuk orang lain kenapa tidak? Juga membuka kepada setiap elemen masyarakat untuk belajar dan mengembangkan kerajinan kreatif dari kertas koran dengan menghubungi  Badan Lingkungan Hidup Asahan. 

Saturday, September 13, 2014

YANG TUA, YANG TAK RELA!


(KN) Polemik tentang RUU Pilkada, yang mengubah PILKADA langsung menjadi tidak langsung, dengan DPRD sebagai yang empunya hajatan. Menunjukkan elite politik kita masih di dominasi generasi orba(Orde Baru) yang siap mengembalikan ke jaman ke “penak jaman ku To”. Di jaman itu, DPRD kita tak lebih merupakan perpanjangan tangan pemerintah, sehingga tak lahir pemimpin yang siap saat orba tumbang. Di era SBY, geliat munculnya generasi muda yang siap menjadi pemimpin baru, mulai terlihat ditingkat daerah, walau klaim koalisi merah putih yang selalu menganggap pilkada langsung gagal dengan indikator, banyaknya pemimpin daerah yang masuk bui. Tapi percayalah, orang-orang seperti  walikota Surabaya, Bandung dan Jokowi kelak tak akan pernah ada! Bahkan di yakini akan layu sebelum berkembang!
Jadi, rencana untuk mengembalikan Pilkada Langsung menjadi pilkada tak langsung, dengan mengembalikan wewenang itu pada DPRD menunjukkan, politikus tua kita tak rela memberi uluran tangan untuk generasi di bawahnya. Seandainya alasan biaya pilkada langsung yang menghabiskan dana 80 T, dianggap pemborosan. Rasanya itu sebanding dengan tokoh yang di hasilkan. Mentalitas elite tak pro rakyat ini harus jadi perhatian kita semua. Camkan apa yang di sampaikan BJ Habibi, orang yang selalu ngotot dengan pendiriannya, sementara rakyat sudah punya pilihan sendiri! Menunjukkan ia bukan pro rakyat!

Wednesday, September 3, 2014

Belum Ada Cabup Asahan Yang Jual Program?

(KN) Setelah menunggu sekian lama, menjelang pilbup Asahan 2015, belum ada satu pun tokoh yang berambisi menduduki Asahan satu yang muncul dengan gagasan atau program yang siap di " jual" ke masyarakat.  Kebanyakan para kandidat cabup ini, hanya menunggu momen sambil membaca gerak-gerik calon yang lain. Untuk beradu program satu sama lain, nampaknya jadi prioritas nomor sekian. Artinya calon bupati yang ada masih bermental seperti yang lalu, mereka akan merangkul pemilik suara dengan metode sebar duit. Belum mau mengubah straregi yg lebih mendidik. Menurut Haji Henri Siregar, SH. anggota DPRD Asahan terpilih priode 2014-2019, jika mental para calon Bupati kedepan seperti ini, perubahan Asahan yang signifikan tak akan terwujud.
" Jadi kita berharap para calon bupati ini segera muncul dan menawarkan programnya agar bisa di nilai masyarakat." demikian harapan tokoh muda Kisaran yang kerap di panggil Bang Haji ini kepada KN beberapa waktu yang lalu.