Monday, May 13, 2013

Hibar, Siswa Anti Pelecehan Seksual


Kian maraknya aksi pelecehan seksual terhadap kaum hawa membawa keprihatinan banyak pihak. Tak terkecuali bagi Hibar Syahrul Gafur yang berhasil menemukan produk sexual abused protection shoes (sepatu antipelecehan seksual). Karya ini sekaligus membuktikan pelajar kita masih memiliki kualitas yang dapat membanggakan dan peduli ;ingkungan sekitar.
Kebanggaan itu di buktikan Usai menyabet medali emas dalam penghargaan International Exhibition of Young Inventors (IEYI) di Malaysia, siswa SMPN 1 Bogor siap menyempurnakan produk yang telah banyak menyita perhatian kaum wanita.
Jika dilihat secara kasat mata, sepatu antipelecehan seksual tak jauh berbeda dari bentuk sepatu kebanyakan. Hanya saja, pada sol depan sepatu tertanam dua buah tembaga dengan daya tegangan sebesar 450 volt. “Alat ini memiliki sistem listrik yang jika digunakan untuk situasi darurat dapat membuat tubuh manusia lemas tak berdaya,”ungkap Hibar saat ditemui di sekolah, kemarin.
Dijelaskan dia, untuk mengeluarkan arus listrik dari sepatu buatannya terdapat tombol switch on yang terletak di samping bawah sol. “Pada saat tombol switch on ditekan lampu led menyala hasil kerja komponen sirkuit. Arus listrik sendiri berasal dari baterai 9 volt yang mengalirkan ke dalam komponen sirkuit dan dirubah menjadi arus listrik yang mencapai 450 volt,”terangnya.
Penemuan sepatu antipelecehan seksual hingga kini terus dilakukan pengembangan. Meski spesifikasi sepatu buatan Hibar dapat digunakan di semua model sepatu wanita serta tidak terjadi konsleting ketika terkena air namun sejumlah pihak mengharapkan penyempurnaan produk.
“Akan terus dikembangkan, seperti bentuk sepatunya yang lebih ringan dan minimalis. Meski sepatunya baru sebatas prototype,”kata Guru Pembimbing Hibar, Odik Suharyadi.
Menjawab hak paten dari produk yang diciptakan oleh anak didiknya, Odik mengakui mengalami hambatan dalam proses pendaftarannya. “Saya dengar untuk mendapatkan hak paten saja harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 20 juta, ditambah dengan rumitnya birokrasi yang ada,”terangnya.
Sejauh ini kata dia, Pemerintah Kota Bogor belum memberikan apresiasi nyata kepada penemuan sepatu ini. “Kami sudah mengirimkan surat rekomendasi ke Dinas Pendidikan Kota Bogor hingga memberikan proposal kepada Wali Kota nanti belum ada tanggapan,”ungkapnya.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Bogor Agus Suherman mengatakan bahwa siswa yang berhasil mengharumkan nama Bogor akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah. “Saya belum tahu informasinya, bisa jadi itu melalui jalur pribadi. Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak mereka. Untuk Asahan dan Kisaran sekitarnya kita menunggu Hibar-hibar lain yang mampu membanggakan.

No comments:

Post a Comment