Setelah ribut tentang kenaikan LPG(liquid petroleum gas), dimana pertamina dan pemerintah saling lempar tanggung jawab. Masyarakat Kisaran kini menemukan fenomena LPG baru. Yaitu tekan volume gas yang nyaris seper empat dari yang biasa di peroleh untuk LPG ukuran 3 kilo. Pengalaman ini di alami oleh warga Mutiara, berinisial W, yang sangat terkejut dengan jarum penunjuk regulator yang tidak menunjuk pada wilayah hijau seperti biasanya.
" Hanya sedikit saja bergerak dari indikator hijau." jelas ibu rumah tangga tersebut. Menurut ibu tersebut biasanya jarum penunjuk tekanan gas itu mendekati pertengahan wilayah hijau. Saat di tanya KN(26/01) tentang ciri lain dari tekan tabung gas yang sedikit ini. Ia menambahkan, segel yang berada di mulut tabung mudah lepas, nyaris tanpa perekat sama sekali. Ini jelas isi tabung gas sudah 'di kadali'. Pertanyaannya sekarang siapakah yang mengakali? distributor, pangkalan atau depo pengisian gas pertamina?
Bila hal ini dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab di tingkat distributor atau pengecer, maka fungsi pengawasan yang di lakukan Pertamina di wilayah Kisaran perlu di pertanyakan. Hal ini di mungkinkan karena monopoli LPG di pegang oleh Pertamina.
Monday, January 27, 2014
Gas 3 kg "Di Kadali" di Kota Kisaran
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment