Tuesday, March 7, 2017

Seandainya Pemain ini Ada di Arsenal

Pada rabu dini hari(8/3) di stadion Emirate, Arsenal di bungkam Bayern Munich dengan skor 1-5 di perdelapan final liga Champion Eropah.
Gol pembuka Theo Walcot dari sudut sempit yang sempat memberikan asa di balas oleh 5 gol dari Bayern. Hasil ini mengulang pertemuan pertama di Jerman, di mana Arsenal juga takluk dengan skor yang sama. Kekalahan ini memaksa tim meriam London kalah telak dengan agregat 10-2.
Seandainya keajaiban El Loco terjadi di Emirate, mungkin Arsenal tak semalu ini. Dia, Cristian Gonzales bisa lesakkan gol sebanyak 5 , maka Arsenal akan memenangkan pertandingan 5-1, dengan asumsi Bayern membalas Arjen Robben. Tanpa di minta wasit pun melanjutkan babak ekstra tim. Di babak ini tercipta satu gol oleh Robert Lewandoski, Arsenal tetap kalah, tapi dengan kepala tegak! Ya...seandainya Gonzales ada disana.

Mengejutkan, ternyata marketing sepeda motor ternama ini gaji jauh di bawah UMR!

Alangkah kagetnya mendengar penjelasan seorang marketing yang bekerja di showroom sepeda motor ternama dalam wilayah kerja kabupaten Asahan.
Ia memaparkan untuk mendapatkan "imbalan" 600rb perbulan mereka harus melakukan penjualan via kredit untuk 7 unit. Jika pembelian yang dilakukan secara cas atau tunai, jasa mereka hanya di ganjar 10rb perunit.
Dan yang paling miris, ternyata marketing sepeda motor ternama ini di ikat dengan sistem kerja outsourching dengan gaji di bawah upah minimum regional serta jaminan "zero" sama sekali. Baik jaminan kesehatan atau pun pensiun. Ini jelas sangat menyalahi peraturan tentang ketenaga kerjaan.
Ketika ditanyakan apakah hal ini pernah di laporkan ke Dinas tenaga kerja Kabupaten Asahan.  Ia mengatakan sudah, dan tindak lanjutnya tak ada sama sekali. Sampai hari ini kondisi yang mereka alami sebagai marketing belum ada perubahan.
Ini jelas berbanding terbalik dengan prediksi kongkalikong dua merek sepeda motor yang menjual motor harga 7-8 jutaan menjadi 14 jutaan oleh komisi persaingan usaha.
Lalu bagaimana dengan Dinas Ketenaga Kerjaan Kabupaten Asahan? Aponya kerjaan mu...

Monday, March 6, 2017

TERNYATA EL LOCO MEMAKAI SEPATU INI SAAT CETAK 5 GOL

Kehebatan Cristian Gonzales untuk membobol gawang lawan sudah tidak di ragukan lagi. Yang paling anyar, ia lesakkan 5 gol kegawang Semen Padang pada leg 2 semifinal piala Presiden di Malang.
Gol ini bukan saja fenomenal, karena bisa membalikkan keadaan, dari tertinggal dua gol menjadi kemenangan 5 - 2 untuk Arema.
Selain itu, saat ia mencetak gol usia El Loco, sudah 40 tahun. Gak banyak pemain bola bisa tetap eksis di usia itu. Roger Milla dari Kamerun pernah mencetak gol di Piala Dunia. Dan dinobatkan sebagai pembobol gawang lawan tertua.
Di Indonesia, Roger Milla pernah membela Persija Jakarta juga menyandang status yang sama berdiri sejajar dengan Mario Kempes, Keit Kayamba Gums dan yang terakhir Gonzales!
Hebatnya lagi, ini yang belum seluruhnya publik tahu, Gonzales mencetak gol saat menggunakan sepatu produksi lokal. Tepatnya dari kotak Tanggerang. SPECs! Ups..ola ola. Masih enggan pakai produk local?

DUA ORGANISASI INI BERKANTOR PUSAT DI MEDAN

Mungkin belum banyak yang tahu, jika ada dua organisasi besar yang sering kita baca dan dengar namanya, tapi tidak berkantor pusat di ibu kota Jakarta.
1. Ikatan Pemuda Karya(IPK), organisasi kepemudaan ini berkantor pusat di Medan. Tepatnya " digedung putih" , ups gedung putih ini bukan berada Washington DC, tapi di sekitar Petisah Medan. Masa kejayaan organisasi ini saat di pimpin oleh abang Olo Panggabean almarhum yang di kenal dekat dengan pelawak Doyok, yg namanya terkenal di seluruh Sumatera Utara. Pada awalnya IPK merupakam underbow dari Golkar sama seperti Kosgoro dsb.
2. Aceh Sepakat, ini juga organisasi kemasyarakatan berciri etnis, yang tidak menjadikan Jakarta tempat kedudukan kantor pusat. Organisasi ini merupakan wadah bersilaturahmi warga Aceh, yang berdomisili di luar NAD. Dari awal pembentukan Dewan Pimpinan Pusat(DPP) organisasi ini sudah menjadikan kota Medan sebagai tepat dan kedudukan kantor pusat. Konon kabarnya organisasi ini memiliki aset bernilai triliunan dalam bentuk aset yang tak bergerak.
Itulah informasi sekilas tentang dua organisasi yang memilih Medan, sebagai tempat kantor pusat. Ada yang lain mau menambahkan?

Sunday, February 26, 2017

Tembakau Gorila Haram!

(27/2) Akhir-akhir ini banyak pertanyaan tentang tembakau gorilla. Jenis tembakau apakah itu? Bagi kita orang awam, tembakau adalah unsur utama rokok, baik kretek maupun rokok putih. Yang memiliki efek ketagihan lebih kecil ketimbang narkoba atau zat adiktiv lainnya. Tapi untuk kalangan kesehatan, rokok bisa membunuh mu!
Lain lagi cerita tembakau gorilla, menurut informasi terkini tembakau ini memiliki efek jauh lebih besar dari ganja(cannabis sativa). Bahkan di yakini dapat merusak simpul simpul neuron pemakai dalam waktu singkat. Salah satu efeknya kita merasakan sensasi di timpa gorila sampai 'nyebrang' ke akhirat. Efek ini di timbulkan oleh zat anabolic cannaboid, yg di peroleh dari tembakau(biasa) yg rendam zat kimia tertentu. Hebatnya, pemakai gorila ini tidak bisa di deteksi lewat pemeriksaan tes narkoba seperti pecandu zat haram lainnya.
Disamping itu menurut ketua BNN , tembakau gorila belum di akomodir hukum positip yang ada di Indonesia. Tapi Buas, julukan beliau sudah memasukkan gorila dalam kategori narkotika.
Lalu bagaimana dengan Hukum Islam? Melihat efek tembakau gorila yg mampu melahirkan sensasi di timpa monyet besar dan 'nyebrang' atau efek untuk melakukan bunuh diri, secara tegas dapat dinyatakan tembakau gorila haram. Ini dapat kita telusuri dari hadis yang terkait dengan khamr. Salah satunya berbunyi, setiap yg mengandung khamar walau pun sedikit hukumnya haram. Pada konteks pengertian khamr, ada beberapa ahli agama berpendapat khamr identik dengan memabukkan atau alkohol. Tapi di konteks yg lebih jauh, penulis lebih cenderung mendekati khamr dalam artian menutupi pikiran. Pada titik ini, efek tembakau gorila masuk pada penyebab orang tertutup pikirannya. Jika kita spesifikkan pertanyaannya maukah anda ditimpa gorila? Orang yg waras pasti tidak mau.
Jadi bagi umat Islam, berdasarkan pengertian khamar saja. Mengkonsumsi tembakau gorila hukumnya haram! Titik.

Monday, June 27, 2016

KENAPA MESSI GAGAL LAGI BAWA ARGENTINA JUARA?

Bila kita refleksikan kembali pada pertemuan pertama Argentina versus Chile di penyisihan grup Copa Amerika Centenario, di mana Messi dan kawan-kawan dapat menaklukan Chile dengan skor 2-1, maka pada partai final Argentina yang tampil tak lebih setengah dari babak tersebut. Argentina bermain tak punya visi dan keberanian, ini sangat jauh berbeda dengan Chile, lalu apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apakah ancaman Maradona agar timnas Argentina tidak usah pulang jika gagal berpengaruh? Mari kita leihat dari persefektif tim.
Pada partai final, begitu berjalan tujuh menit kita sebagai pecinta bola tersadar bahwa Argentina yang tampil tidak lagi argentina sebagai tim, melainkan tim Tango yang terdiri dari individu-individu termasuk individu super, yaitu Leonel Messi. Ketergantungan Argentina terhadap Messi, seperti menyihir rekan-rekannya yang sepuluh orang lagi untuk menunggu apa yang di lakukan Messi. Messi seperti dirijen yang di tunggu untuk melakukan apa, sementara yang  lain bersifat menunggu. Kondisi ini sangat berbeda pada fase grup, Di Maria dan Gaitan seperti tidak melihat Messi sebagai individu super, mereka spartan terus menerus berlari membuka ruang ketika Messi di apit tiga sampai empat pemain Chile. Di titik ini peranan Messi sebagai dirijen tidak begitu tampak, tapi berdampak bagi seluruh tim.

Lain cerita di partai final, Di Maria yang diharapkan berperan seperti pada fase grup ternyata kakinya seperti “kaku”, ia jarang berlari membuka ruang, bahkan cenderung tidak mau mendahului Messi dalam mendistribusikan bola sama dengan pemain Argentina lainnya. Mereka menunggu, sehingga acap kali terlihat bola sodoran Messi terlambat di jangkau, yang paling menyedihkan ketika Messi di apit oleh empat pemain. Rekannya yang lain menunggu berharap bolanya bisa di olah Messi dan lolos dari kawalan empat pemain Chile. Di sinilah letak kesalahan pertama, persentase Messi dapat melewati empat lawannya jauh lebih kecil dari mereka mampu merebut bola dari Messi. Kondisi seperti ini berlangsung dalam 2 x 45 menit. Di lain pihak Gaitan tidak hadir di lapangan.

Lalu di mana peran Gerardo Martino sebagai pelatih? Dari pendekatan taktik dan strategi pelatih Argentina ke sekian ini di era Messi juga tidak punya konsep yang jelas. Ia menyerahkan seluruh pertandingan kepada Messi. Ia tak mampu meyakinkan rekan-rekan Messi di tim, memiliki kedudukan yang sama seperti Leo. Ia tetap membentuk Messi sebagai center permainan, yang sudah di pahami oleh semua lawan mereka.  Situasi seperti ini menyebabkan visi bermain rekan Messi, seperti “under estimate”. Meraka seakan tak mampu tanpa bintang mereka. Kun Aguero sampai tidak bisa melihat posisi Marcado yang bebas tanpa kawalan di sisi kanan penyerangan begitu mendapat bola sodoran Messi. Ia memaksa untuk melepaskan tendangan dengan dua lawan mendekati. Ini bukti visi bermain Aguero tak lebih baik dari pemain di tarkam ketika di final.
Ini jauh berbeda dengan di Barcelona, di club ini. Messi tidak sendiri. Ada tiga sampai lima pemain yang terus membuka ruang; Iniesta, Neymar, Suarez, Pedro dan Ivan Rakitic serta pemain Barca lainnya, tidak terlalu ambil pusing dengan kehebatan Messi secara individu. Mereka ketika bermain tidak terpengaruh oleh itu. Mereka terus menerus bermain sebagai tim. Walau sesekali memberi ruang untuk Messi menunjukkan magic nya. Disinilah letak fundamental pemain Argentina dengan pemain Barca, yang nota bene adalah pemain Eropah khususnya Spanyol. Pemain timnas Argentina mentalnya masih seperti “supporting actor”. Sedangakan pemain Barca menempatkan dirinya sama dengan Messi, pemain utama. Seharusnya kenyataan ini sudah di sadari (Tata) Martino, mengingat ia pernah jadi pelatih tim catalan tersebut.
Jadi kesimpulannya, agar Argentina kedapan bisa sukses bersama Messi sepuluh pemain yang lain harus bisa mengubah mental “supporting actor” , punya visi bermain sebagai tim. Serta pelatih yang mumpuni dan mengerti karakter pemain masing-masing. Sifat angin-anginan bukan kawan yang tepat untuk Messi, terutama di turnamen besar yang memerlukan kesiapan dan fokus! Ini semua lepas dari pernyataan, Leo bahwa timnas bukan tempatnya lagi! Jangan emosi……….kegagalan pinalti bisa di alami semua pemain super. 

Tuesday, May 17, 2016

Madrasah Aliyah: Antara Kualitas & Pembinaan!

(18/5/16) Persaingan antar institusi pendidikan untuk mendapatkan siswa dalam setiap tahun pelajaran sangat tergantung pada kompetensi lulusan dan kecepatan beradaptasi terhadap pasar atau market di masyarakat.
Saat ini status institusi pendidikan hanya ada dua, yang pertama sekolah/madrasah negeri dan yang kedua di kelola oleh swasta.
Untuk sekolah negeri, hampir di setiap kecamatan , khususnya di kabupaten Asahan sekolah negeri dari tingkat dasar sampai menengah bisa eksis. Dan sudah mampu mengcover kebutuhan masyarakat banyak. Sebaliknya untuk madrasah negeri, pemerataan satu di setiap kecamatan belum bisa tercapai. Bahkan di tingkat menengah, Madrasah Aliyah Negeri(MAN) di Asahan hanya satu. Kondisi tersebut terseimbangkan dengan banyak Madrasah Aliyah Swasta(MAS) di setiap kecamatan walau kondisinya mulai "megap-megap" sejak sepuluh tahun yang lalu.
Pada kondisi kekinian, keberadaan MAS di tiap kecamatan yang kalah bersaing dengan SMAN mulai tergerus dan berganti baju. Medio April yang lalu menurut salah seorang kepala MAS, ada sebelas madrasah yang akan berakhir eksistensinya. Dan mereka berencana bergabung dengan dinas pendidikan kabupaten. Menurut tokoh tersebut, peralihan itu disebabkan oleh kurangnya pembinaan dari MAN dan Kemenag Asahan. Sehingga upaya perbaikan tidak pernah ada. Bahkan tak jarang keberadaan madrasah ini jadi lahan yang siap di panen.
Dari pengamatan KN, kondisi seperti tersebut diatas terlihat nyata di lapangan. MAN yang di klaim memiliki segudang prestasi, demi terlihat "wah" dan sejajar dengan SMAN elite di Asahan, mencoba memposisikan diri penerimaan siswa baru lebih dahulu dari sekolah menengah atas negeri mana pun di Asahan. Harapannya, MAN dianggap lebih baik dari SMAN yg ada. Di satu sisi persepsi tersebut ada betulnya. Namun jika di tinjau dari segi pembinaan apa yang dilakukan MAN tersebut jauh panggang dari api. Menurut salah seorang warga Asahan yang peduli dengan keberadaan Madrasah swasta, curi start penerimaan siswa baru ini berdampak kurang baik terhadap MAS. Ia menjelaskan, jika sebelum-sebelumnya MAS berharap dari potensi siswa yang tidak lulus di MAN yang mengisi kelas-kelas mereka. Maka hal tersebut akan sangat sulit terwujud untuk tahun ini. Yang tidak lulus di MAN kali ini masih bisa mendaftar SMAN, yang sampai tulisan ini di buat belum membuka pendaftaran sama sekali!
Pada detik ini, para pecinta madrasah bertanya? Apakah yang mau di kejar? Prestasi? Apa manfaat prestasi jika MAS di Asahan berguguran. Atau harus kita menuntut MAS sejajar dengan MAN dengan sumber daya terbatas?