(KN) Seperti ramalan lembaga survey di republik ini, jika Pilpres di laksanakan saat ini juga; Jokowi akan terpilih jadi Presiden periode 2014-2019, hal itu di dasari tingat elektabilitas Jokowi yang mendekati 45% suara pemilih. Berbagai lemba survei juga meramalkan Jokowi maju, pasangan Capres-Cawapres akan mengerucut jadi Maksimal 4 pasang, apalagi setelah di tolaknya gugatan Yusril oleh Mahkamah Konstitusi dengan alasan yang tak masuk akal, yang seharusnya memungkinkan ada 12 pasang calon.
Sayangnya, Pilpres baru di laksanakan 9 juli mendatang dan masih banyak kesempatan partai lain untuk memenuhi Presiden thershold 20%, buat partai Islam yang elektabilitasnya di luar lima besar kesempatan mengajukan Calon Presiden hanya dengan berkoalisi; membentuk kembali poros tengah baru yang pernah melambatkan Megawati jadi Presiden, saat PDIP seperti akan menang mutlak. Persis kondisi saat ini.
Kenapa ini penting? Kandidat kuat Presiden saat ini dalam posisi saling mengintip dan saling serang. Jokowi di sinyalir akun @triomacan2000 merupakan antek konglomerat Cina, yang akan menjadikan Indonesia Singapura berikutnya. Prabowo punya cacat sejarah di tahun 1998, lewat akun yang sama Hary Tanoe pasangan Wiranto dicap Goergoe Soros Indonesia plus sengketa dengan Mbak Tutut. Lalu siapa yang bersih? pada titik ini harus di munculkan tokoh alternatip yang mampu menetralisir efek negatif ketiga calon tadi.
"Peran inilah yang harus di emban poros tengah baru." Komentar Haji Henri, muka baru yang ingin bertarung memperebutkan kursi DPRD Asahan tanggal 9 April Mendatang.
" Poros tengah baru ini harus bisa melahirkan tokoh selevel dengan jokowi, prabowo dan Wiranto. Saat ini kita tidak kekurangan tokoh. Banyak yang bisa di majukan." jelas Caleg PKS no urut 4 untuk Dapem Kisaran Timur-Kisaran Barat.
" Yang perlu kita ingat, pembentukan poros tengah akan gagal terwujud jika pemilih tidak mau menyalurkan aspirasinya pada partai Islam, khususnya PKS, jika itu terjadi poros tengah baru hanya sebatas ide." ucap Haji Henri Siregar SH mengakhiri dengan rasa khawatir.
Ke khawatiran itu wajar saja, apalah artinya Calon Presiden Poros tengah nanti terpilih jika kekuatan poros tengah baru di parlemen hanya minoritas. Yang ada, sang Presiden akan di dikte parlemen. Mau poros tengah baru terwujud? dukung partainya dengan mencoblos di 9 april 2014. Bravo!
Sunday, March 23, 2014
Ide Poros Tengah Baru Dan Konsekuensinya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment