Wednesday, February 12, 2014

Jangan Jual Masa Depan kita Rp.55/hari!

(KN)Setelah hampir melewati 10 tahun pemerintahan SBY, di masyarakat bergerak arus yang merasa apa yang telah di perbuat SBY tak lebih sama dengan era sebelumnya, yaitu selalu berlindung di balik pertumbuhan ekonomi.
Arus pemikiran ini, ingin sesuatu yang lebih, di mana cita-cita UUD 1945 bisa bisa di dekat dengan kenyataan yang ada. Hamdi Muluk, mencoba memberikan alternatif pemimpin masa depan dengan memunculkan nama baru. Sayangnya tokoh sekelas Fadli Zon terpaksa berkilah, demi menyelamatkan wajah partainya yang telah terlilit satu nama calon utk presiden mendatang. Ini di istilahkan Muluk sebagai oligarki partai yang mewabah di semua partai yang ada.
Kondisi memaksa rakyat harus memilih tokoh-tokoh yang di sajikan partai tanpa memiliki alternatif lain. Keterpaksaan inilah yang kelak menggiring rakyat rela menerima pembayaran Rp. 55/hari selama 1825 hari.(lima tahun) Ketimbang tidak mendapat apa-apa sama sekali. Pantaskah harga itu menurut anda sebagai pemilih? Menerima Rp.100.000 untuk lima tahun yang tak jelas manfaatnya? paradigma pemilih seperti yang harus kita ubah, agar Indonesia baru yang lebih baik. Visi dan program calon legislatif harus kita cerna, untuk tidak menjual masa depan kita seharga Rp. 55/hari!

No comments:

Post a Comment