Tuesday, February 11, 2014

Mendorong Umat Untuk Mengaji

(KN)Malam minggu yang lalu, setelah menyaksikan pertandingan sepak bola di cafe hang tua, jl. Cokroaminoto Kisaran, KN bergegas pulang setelah mendapat sms untuk bermain tenis meja di jl. Sumantri, Selawan. Saat sampai di tujuan penonton dan pemain bejubel, dengan kondisi hanya satu meja pasti ini menjadi penantian yang sangat lama untuk bermain. Untunglah ada sms masuk. Pesannya berbunyi: kok lewat aja bro! KN kemudian merekonstruksi kembali perjalanan, kemudian meluncur ke tempat yang punya sms. Tepat di joglo depan rumah yang bersangkutan, sudah duduk sekitar enam orang dewasa di tengah keremangan malam. Mereka asyik berargumen tentang sebuah miss komunikasi. Perdebatan ini sesekali ditengahi oleh empunya, rumah. Sementara KN hanya mendengar dan berusaha memahami persoalan. Ketika di minta pendapat, KN hanya memberikan masukan pada tataran koordinasi saja. Maklumlah yang punya rumah, di kenal sebagai sosok pribadi yang sukses. Taat beragama dan punya visi cerdas untuk kemajuan Asahan di masa depan. Belum lagi usianya terbilang muda untuk terjun ke dunia politik, 39 tahun.
Setelah berdebatan yang mengharu biru, di akhir yang empunya rumah menyerahkan dua buah amplop putih, dan kelima orang itu pun beranjak pergi. Baru kemudiam KN bertanya, tentang maksud pemberian kedua amplop tersebut.
Yang empunya rumah, pengusaha muda yang ramah itu langsung menjelaskan, bahwa amplop itu berisikan dana untuk honor 8 orang guru ngaji di kelurahan Sei Renggas. Selama dua tahun ia telah melakukan hal tersebut.
" Setiap satu guru ngaji tersebut, memiliki 20-30 orang anak didik. " Jelas Bang Haji, gelar yang belum setahun di sandangnya.
" Ini sekaligus bentuk dukungan saya terhadap pendidikan karakter yang sekarang di canangkan pemerintah, karena kita meyakini agama merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter yang baik." tambahnya lagi.
Selain itu juga mengharapkan, niat baik ini bisa di ijabah Sang Khalik. Sekaligus meluruskan. Saat ia nantinya berdoa di kala melakukan umroh selama 10 hari di Mekkah Almukarommah.
Sosok seperti inilah yang akan memberikan pencerahan bagi kita semua. Ia siap mendorong orang lain utk berbuat baik. Merelakan hartanya memperjuangkan kebaikan, walau belum duduk sebagai anggota dewan. Siapakah sosok itu? H. Henri Siregar, salah satu pendiri Sekolah An-Nahlu di Kampung Teladan, Kisaran Timur.
Sekitar jam 01.00 WIB dinihari, KN  pun pamit. Dan berharap kembali bertemu sekembalinya umroh Caleg PKS no. 4 Dapil Kisaran Timur dan Kisaran Barat itu.

No comments:

Post a Comment