(KN)Di era sebelum menjamurnya social media. Kata pers sangat identik dengan media cetak, yang di dominasi surat kabar dan majalah. Dan media elektronik, dengan berita televisi.
Kedua media tersebut, menginformasikan berita yang bersifat street news, singkat dan langsung menginformasikan dari tempat kejadian dan pelakunya. Di samping berita yang lebih dalam dan penuh analisa(deep report). Kedua media ini dalam setiap pemberitaannya, sangat di pengaruhi kepentingan-kepentingan redaksi dan hal-hal lain. Celah ini sering kali menutup berita yang sebenarnya, bahkan tak jarang di pelintir untuk kepentingan pihak yang lebih kuat. Baik secara materi dan politik.
Perlawanan yang dilakukan pihak-pihak yang lemah, sering kali tidak diberi porsi yang besar atau berimbang dengan pemilik modal. Disini letak strategis peran social media, pihak-pihak yang terkucilkan oleh pers, dapat menyuarakan kegundahan dan keresahan tanpa harus melewati redaksi, sekaligus dapat di infokan kebanyak pembaca. Perubahan paradigma pers ini kemudian di garap dengan menejemen simultan, oleh sekelompok orang sehingga memberi informasi yang melawan arus, bahkan provokatif seperti akun twitter @triomacan2000. Tapi keberadaan akun ini cukup memberikan warna baru dalam menyajikan berita. Belum lagi munculnya akun akun lain yang bersifat eksklusif maupun umum. Disinilah titik perubahan paradigma itu. Ketika kedua media yang di sebut diawal mampu beradaftasi, ia akan terus bertahan. Ketika terlambat bersinergi, ia akan tergilasa dan mati. Di kalahkan socmed yg di kelola individu-individu.
Dulu, saat menjadi kuli tinta di Medan, pernah seorang wartawan senior di DPRD Sumut berujar.
" Ada dua tipe surat kabar, yang pertama jual marah dan yang lainnya jual kecerdasan." Ia kemudian menyebutkan nama surat kabar yang ada di Sumut sebagai sampel. Mungkinkah akun socmed bergenre berita yang sekarang ada juga bertype sama? Mari kita saksikan pergumulan media ini. Walau agak terlambat, dalam rangka hari pers, tak salah kita mengucapkan selamat datang akun akun socmed yang cerdas.
Tuesday, February 11, 2014
Paradigma Pers Era Socmed
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment