(KN)Pemilu sebagai pesta demokrasi juga di samakan dengan momentum perubahan dan juga transformasi kekuasaan. Sejatinya setiap ada kelemahan pada rezim sebelumnya, dapat di koreksi dan di perbaiki oleh pemilih sebagai pemegang suara tunggal untuk menentukan perbaikan kedepan. Sayangnya, pemilih kita di bodohkan secara sistematis oleh para caleg, mereka memobilasi pemilih menggunakan uang. Yang semua paham, uang gak punya pemikiran! Kesan ini tangkap oleh Anies Baswedan tokoh cerdas, yang prihatin atas kondisi yang ada. Pada akun twitternya ia berceloteh, kalau dulu mobilisasi massa dengan kekuatan, sekarang mobilisasi massa dengan uang. Uang kata Anis, tidak punya ide! Sedangkan kekuatan memaksa ide untuk di pendam. Intinya, pemilih di lucuti kesadarannya untuk lebih baik, dibiarkan untuk tetap bodoh!
Konsekuensinya, rezim yang terpilih sadar atau tidak sadar sudah memulai pembodohan pada rakyatnya! Dan jadilah pemilu sekedar pesta tak bermakna. Teringat Cak Nun, pernah berkoar dalam tulisannya; Orang pintar adalah orang licik yang menyamar, sementara orang bodoh orang baik yang menerima nasib buruk! Jadi siapa yang pintar? Dan siapa yang bodoh?
Sunday, February 23, 2014
Kapan Pemilih Cerdas Lahir?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment